Menu

Mode Gelap
 

News · 26 Jan 2024 15:43 WIB ·

Tanah Bumbu Penilaian Kemajuan Kesejahteraan Petani: Pameran NTP Tanah Bumbu Guncang Komunitas Agraris


 Tanah Bumbu Penilaian Kemajuan Kesejahteraan Petani: Pameran NTP Tanah Bumbu Guncang Komunitas Agraris Perbesar

Tanah Bumbu, SOROT NEWS KALSEL

— Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfosp) di Tanah Bumbu bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat untuk sesi pencerahan tentang Nilai Tukar Petani (NTP).

Pameran ini berlangsung di ruang konferensi Diskominfosp Tanbu pada Jumat, 26 Januari 2024. Peserta termasuk Asisten, Komite Perencanaan Kabupaten Tanah Bumbu, Unit Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, BPS, dan Para Ahli dalam Formulasi dan Analisis NTP.

Ihsan Nulhakim, Kepala BPS Tanbu, menyatakan bahwa tujuan pameran ini adalah menilai kemajuan kesejahteraan petani. Dia menekankan bahwa salah satu indikator kunci adalah mengukur tingkat pendapatan dan pengeluaran petani.

NTP menunjukkan peningkatan dalam kemakmuran petani, dengan nilai NTP yang lebih tinggi sesuai dengan peningkatan kesejahteraan relatif. Nulhakim menyederhanakannya, menyatakan, “NTP mencerminkan daya beli petani, meskipun mungkin tidak mencakup segalanya.”

Pengukuran NTP ini menilai kemampuan petani untuk menukarkan produk mereka dengan barang yang diperlukan baik untuk produksi maupun konsumsi rumah tangga.

Sementara itu, Al Husain Mardani, Kepala Diskominfosp, menyampaikan melalui Direktur Statistik dan Persandian, Dwi Teguh Effendi, bahwa indikator kesejahteraan untuk petani dibagi menjadi tiga komponen: pertanian tanaman pangan, perkebunan kecil, dan perikanan tangkap.

Komponen-komponen ini, jika berada di bawah 100 atau nilai modal, menunjukkan bahwa petani kita belum mencapai kemakmuran. Oleh karena itu, indikator-indikator ini berfungsi sebagai pengukur.

“Sekali skor gabungan dari ketiga komponen ini melebihi 100, itu menandakan kesejahteraan yang baik dan harus ditingkatkan lebih lanjut,” katanya.

Dalam kasus di mana modal untuk pertanian turun di bawah 100 tetapi hasil perhitungan melebihi 100, itu harus tetap di atas modal.

“Untuk mengatasi ini, upaya kolaboratif semua pemangku kepentingan sangat penting untuk merumuskan strategi agar petani dapat beralih dari kurang makmur menjadi makmur. Tujuannya adalah memastikan bahwa upaya mereka tidak lagi berakhir dengan kerugian,” katanya.(Team)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu Dalam Rangka Pemandangan Umum Fraksi :DPRD Minta Pemkab Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ TA 2025

15 April 2026 - 13:12 WIB

Rapat Paripurna DPRD Tanah Bumbu: DPRD Minta Pemkab Tindak Lanjuti Rekomendasi LKPJ 2025

15 April 2026 - 12:11 WIB

Warga Pulau Suwangi Minta Evaluasi Status TWA, Desak Dialog dengan BKSDA Demi Kemandirian Daerah

15 April 2026 - 11:49 WIB

Perkuat Sinergi Desa, Dinas PMD Kotabaru Lakukan Study Tiru ke Tanah Bumbu

15 April 2026 - 11:44 WIB

Bupati Tanah Bumbu Resmi Buka Turnamen Sepak Bola Piala Bupati 2026

15 April 2026 - 03:05 WIB

Jembatan Perintis Garuda Mulai Dibangun, Akses Terisolir di Kusan Hilir Segera Terbuka

14 April 2026 - 23:32 WIB

Trending di Tanah Bumbu