SOROT NEWS KALIMANTAN
BATULICIN – Suasana khidmat menyelimuti Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Batulicin pada Kamis (12/6/2025), saat berlangsungnya prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala Lapas dari Bambang Hari Widodo kepada pejabat baru, Arifin Akhmad.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, M. Yamani. Hadir pula Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Kemenkumham Kalimantan Selatan, Sugito, mewakili Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan, serta unsur Forkopimda Tanah Bumbu dan sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kalapas baru Arifin Akhmad mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Lapas Kelas III Batulicin. Ia menyatakan komitmennya untuk meneruskan berbagai capaian positif yang telah dirintis oleh pendahulunya, serta meningkatkan sinergi dengan semua pihak dalam rangka mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, transparan, dan berintegritas.
“Saya siap melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan dengan semangat pengabdian, serta menjadikan Lapas Batulicin sebagai tempat pembinaan yang memberi harapan baru bagi warga binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bambang Hari Widodo dalam kesan dan pesan perpisahannya menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Lapas, instansi pemerintah daerah, serta semua pihak yang telah mendukungnya selama masa tugas. Kini, ia dipercaya untuk mengemban amanah baru di Lapas Kelas III Kolonodale, Sulawesi Tengah.
“Saya pamit dengan penuh rasa bangga dan bahagia. Terima kasih atas kerjasama, kekompakan, dan dukungan yang luar biasa selama ini,” tuturnya haru.
Acara sertijab ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai bentuk penghargaan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Momen kebersamaan tersebut mencerminkan eratnya solidaritas serta harmonisasi antara Lapas dan pemangku kepentingan lainnya di Tanah Bumbu.
Prosesi ini menjadi simbol transisi kepemimpinan yang tidak hanya bersifat administratif, namun juga sarat makna akan kesinambungan tanggung jawab dan dedikasi dalam membina dan memanusiakan para warga binaan.
(Tim)











