Menu

Mode Gelap
 

Advetorial · 5 Aug 2025 00:20 WIB ·

Pemkab Tanah Bumbu Gandeng Yayasan Rumah Pena BerAksi, Bersatu Cegah Stunting Demi Masa Depan Generasi Emas


 Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

BATULICIN – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui langkah strategis. Pada Senin, 4 Agustus 2025, Bupati Tanah Bumbu, H. Andi Rudi Latif, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Rumah Pena BerAksi dalam peluncuran Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang berlangsung di lantai 4 Hotel Ebony Batulicin.

Kerja sama ini menandai babak baru dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting secara komprehensif di Bumi Bersujud. Dengan mengusung semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor, program Genting diharapkan menjadi gerakan nyata yang mampu menjangkau hingga ke akar permasalahan.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa stunting adalah tantangan serius yang menghambat kemajuan sumber daya manusia. Meski capaian penurunan prevalensi stunting dari 25,1 persen pada 2023 menjadi 21,6 persen pada 2024 patut diapresiasi, namun angka tersebut masih berada di atas target nasional sebesar 14 persen dan rata-rata Provinsi Kalimantan Selatan yang berada di angka 22,9 persen.

“Akselerasi, kolaborasi lintas sektor, serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kepentingan adalah kunci utama. Tidak ada keberhasilan tanpa kebersamaan,” tegas Bupati dengan penuh semangat.

Ia juga menegaskan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Pemkab Tanah Bumbu menargetkan penurunan stunting secara bertahap, dari 20,74 persen pada 2025 menjadi 16,91 persen pada 2030.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Pena BerAksi, Andrianto Mokodompit, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemkab Tanah Bumbu. Ia menyebut kerja sama ini sebagai sebuah amanah besar yang harus dijaga dengan integritas dan ketulusan.

“Ini bukan sekadar program, tetapi panggilan hati untuk bersama-sama menyelamatkan masa depan generasi bangsa. Kami berkomitmen untuk menjalankan program ini secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tutur Andrianto penuh haru.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas sinergi, tak hanya dengan pemerintah, tapi juga dengan pelaku usaha melalui program CSR, perbankan, hingga elemen masyarakat lainnya.

“Penanganan stunting harus menjadi gerakan kolektif. Kita semua adalah orang tua asuh bagi anak-anak Indonesia. Semoga sinergi ini menjadi langkah nyata menuju Tanah Bumbu yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan,” imbuhnya.

Penandatanganan MoU tersebut turut disaksikan oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala SKPD, Camat, Kepala Puskesmas se-Tanah Bumbu, serta perwakilan perusahaan dan perbankan. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi lintas sektor bukan hanya slogan, melainkan semangat bersama demi menciptakan masa depan yang lebih baik.

(REL)

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Kunjungan Istri Gubernur Warnai Gunung Antasari: Desa Kecil yang Menjadi Pusat Perhatian Besar

10 December 2025 - 23:25 WIB

BAZNAS Tanah Bumbu Targetkan Donasi Rp100 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatra

8 December 2025 - 23:41 WIB

Inspektorat Tanah Bumbu Punya Nahkoda Baru Edi Prasetia Siap Genjot Pengawasan dan Benahi SOP

8 December 2025 - 22:43 WIB

Damkar Simpang Empat Kenalkan Edukasi Keselamatan Sejak Dini kepada Siswa TK Wonderkids

7 December 2025 - 13:07 WIB

Pemberdayaan Warga Binaan Lapas Batulicin Melalui Pelatihan Jamur Tiram, Budidaya Ikan, dan Bebek Petelur

7 December 2025 - 00:13 WIB

Kolaborasi Sukses! Bupati Tanah Bumbu Dianugerahi Penghargaan KSAD atas Dukungan TMMD, Dandim 1022 Raih Juara Nasional

6 December 2025 - 23:18 WIB

Trending di Advetorial