BANJARMASIN ,Sorot News Kalimantan
– Kinerja ekonomi Kalimantan Selatan pada Triwulan II-2025 menunjukkan ketahanan kuat dengan pertumbuhan 5,39% (yoy), melampaui nasional yang sebesar 5,12%. Capaian ini dipublikasikan dalam kegiatan Assets Liabilities Committee (ALCo) Kemenkeu Satu Kalsel di Aula Kanwil DJPb Kalsel.
Pertumbuhan terutama ditopang sektor industri pengolahan yang melonjak 17,75% serta kuatnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,51%. Stabilitas harga juga terjaga, ditandai inflasi rendah pada level 2,91% (yoy).
Dari sisi fiskal, realisasi belanja negara hingga 30 September 2025 mencapai Rp30,08 triliun atau 72,58% dari pagu, didorong tingginya Transfer ke Daerah yang tumbuh 15,16%. Namun penerimaan negara baru mencapai Rp9,8 triliun (44,44%), terkontraksi -20,31% akibat turunnya penerimaan pajak.
Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Syamsinar, menyebut pajak sangat dipengaruhi fluktuasi harga batu bara dan meningkatnya restitusi dari sektor pertambangan. Total penerimaan pajak tercatat Rp7,79 triliun, turun 34,18% dibanding tahun lalu.
Ia juga menekankan bahwa mulai 2026, pelaporan SPT Tahunan wajib dilakukan melalui Coretax. Namun hingga kini baru 25% Wajib Pajak Orang Pribadi yang mengaktifkan akun Coretax. Syamsinar mengimbau masyarakat segera melakukan aktivasi agar tidak terkendala saat pelaporan SPT nantinya.
(Tim)











