KOTABARU, Sorot News Kalimantan
Pemerintah Kabupaten Kotabaru menegaskan bahwa penyusunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 dilakukan secara partisipatif dengan menyerap aspirasi masyarakat dari tingkat desa hingga kabupaten. Langkah ini menjadi strategi penting untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan tepat sasaran.
Bupati Kotabaru, Muhammad Rusli, melalui Sekretaris Daerah Eka Saprudin, menjelaskan bahwa proses Musrenbang dilaksanakan secara berjenjang agar setiap usulan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.
“Usulan dari desa dibawa ke tingkat kecamatan hingga kabupaten, kemudian disusun berdasarkan skala prioritas yang paling mendesak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Ia menegaskan, arah pembangunan daerah tetap berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, pemerintah daerah memprioritaskan dua sektor utama, yakni pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia (SDM).
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dilakukan secara bertahap mengingat luasnya wilayah Kotabaru. Namun, upaya tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas SDM agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen, pemerintah daerah telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, menyediakan program beasiswa, serta menggelar pelatihan keterampilan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
“Diharapkan tahun 2027 menjadi momentum peningkatan keterampilan sekaligus penyerapan tenaga kerja,” tambah Eka.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam proses perencanaan pembangunan, sehingga kebutuhan prioritas dapat dirumuskan secara sistematis dan tepat sasaran.
Dalam Musrenbang RKPD 2027, Pemkab Kotabaru juga mengusung tema “Penguatan Investasi” dengan menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif, termasuk menjaga stabilitas keamanan dan mempermudah proses perizinan.
“Investasi diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tutup Eka.
(Ywn)











