KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah melalui Program Peningkatan Kualitas Keluarga Daerah (PK2D).
Komitmen tersebut terlihat saat kunjungan Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan dalam kegiatan penilaian dan verifikasi PK2D di Kabupaten Kotabaru. Kedatangan tim penilai disambut langsung oleh Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, bersama Ketua TP PKK Kotabaru, Suci Anisa Rusli.
Dalam sambutan Bupati Kotabaru yang dibacakan Wakil Bupati Syairi Mukhlis, ditegaskan bahwa keluarga memiliki peran strategis sebagai pondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah.
“Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat, namun memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan daerah,” ujar Syairi.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus berupaya memperkuat ketahanan keluarga melalui berbagai program strategis, mulai dari penguatan peran keluarga, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, hingga peningkatan ekonomi keluarga.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan sosial yang dimulai dari lingkungan keluarga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kotabaru, Suci Anisa Rusli, menilai kegiatan penilaian dan verifikasi PK2D menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat pelaksanaan program peningkatan kualitas keluarga di daerah.
Ia berharap program tersebut mampu mendorong terwujudnya keluarga yang sejahtera, mandiri, harmonis, serta memiliki ketahanan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, pola asuh anak, hingga ketahanan pangan.
“Semoga kerja sama dan semangat gotong royong ini terus terjaga demi terwujudnya keluarga Kotabaru yang sejahtera, mandiri, dan harmonis,” harapnya.
Suci juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mendukung pembangunan keluarga di Kabupaten Kotabaru.
Di sisi lain, Tim Penilai Provinsi Kalimantan Selatan, Rosda, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan aparatur desa dan masyarakat, serta verifikasi dokumen program.
Beberapa indikator utama yang menjadi fokus penilaian meliputi capaian kesejahteraan keluarga, efektivitas pelaksanaan program, peran kelembagaan, hingga inovasi yang dikembangkan di tingkat desa.
Rosda mengungkapkan, Kabupaten Kotabaru saat ini mencatat indeks kualitas keluarga sebesar 75,91 dan masuk dalam kategori responsif gender dan hak anak.
“Hasil ini menunjukkan bahwa kerja keras tim peningkatan kualitas keluarga daerah Kabupaten Kotabaru telah memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dalam penilaian PK2D tahun 2025–2026, Desa Sampanahan ditetapkan sebagai lokus penilaian karena dinilai berhasil menunjukkan kemajuan signifikan dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat dan pembinaan keluarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan TP PKK, di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Wakil Ketua TP PKK, Ketua Bidang I TP PKK Kotabaru, Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, Camat Sampanahan, serta anggota TP PKK Kecamatan Sampanahan.
Melalui program PK2D, Pemerintah Kabupaten Kotabaru berharap pembangunan keluarga yang berkualitas dapat terus diperkuat sebagai langkah nyata menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
(Ywn)











