BATULICIN ,Sorot News Kalimantan//
– PT Air Minum Bersujud (PTAM Bersujud) menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menjaga kualitas air serta meminimalkan potensi gangguan layanan melalui peningkatan kompetensi operator instalasi pengolahan air.
Komitmen tersebut disampaikan Plt. Direktur PTAM Bersujud, Dwi Dibyo Raharjo, saat membuka In House Training yang digelar di Hotel Grand Central Batulicin pada 7–9 Juli 2026.
Menurut Dibyo, air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, sebagai perusahaan penyedia layanan air minum, PTAM Bersujud memiliki tanggung jawab untuk memastikan air yang diproduksi memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas.
Ia menjelaskan, keberhasilan pelayanan tidak terlepas dari peran operator instalasi pengolahan air sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi, pengetahuan, keterampilan teknis, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional dan aspek keselamatan kerja harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Pelatihan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta di ruang kelas, tetapi juga mampu diimplementasikan secara nyata di setiap instalasi pengolahan air,” ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pelatihan dirancang selama tiga hari dengan memadukan materi teori, studi kasus, dan praktik lapangan. Pada hari pertama, peserta menerima materi Dasar-Dasar Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Dasar-Dasar Perpompaan, Sistem Penyediaan Air Minum dengan Perpompaan, serta Latihan dan Kasus Tiap IKK.
Pada hari kedua, materi yang diberikan meliputi Perhitungan Kebutuhan Pompa pada SPAM, Kriteria Pemilihan Pompa dengan Daya Listrik yang Ekonomis, Cara Menghitung Kebutuhan Daya Pompa di Tiap IKK, serta Mendata Ulang Spesifikasi Pompa di Tiap IKK.
Sementara pada hari ketiga, peserta mengikuti Survey di Lapangan untuk Menghitung Kebutuhan Daya Pompa SPAM Eksisting, Latihan/Kasus Perhitungan Kebutuhan Pompa Berdasarkan Perpipaan yang Ada di Lapangan, serta Studi Kasus Perhitungan Kebutuhan Pompa Cabang Batulicin.
Melalui penerapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, PTAM Bersujud berharap efisiensi operasional semakin meningkat, kualitas air tetap terjaga sesuai standar yang berlaku, potensi gangguan layanan dapat diminimalkan, serta pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin optimal.
Dalam kesempatan tersebut, PTAM Bersujud turut menyampaikan apresiasi kepada narasumber, Ir. Ferry Boyke AS, MM dan Muhammad Ahdiyat, yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada seluruh peserta.
“Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada YPTD, khususnya Ketua Muslih beserta seluruh panitia, yang telah memfasilitasi pelaksanaan In House Training ini,” tutup Dibyo.
(Ril)











