TANAH BUMBU,Sorot News Kalimantan//
– Kepedulian terhadap masa depan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, H. Sya’bani Rasul. Dengan pandangan visioner dan keberpihakan yang kuat kepada rakyat, ia menyoroti persoalan pengangguran yang masih menjadi tantangan daerah, sekaligus menawarkan solusi nyata melalui pembentukan kelompok usaha masyarakat.
Politisi Partai Gerindra itu menilai, kelompok usaha bukan sekadar wadah formal, melainkan fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi warga. Melalui kelompok yang terorganisir, masyarakat akan lebih mudah mengakses program pelatihan, pendampingan, hingga bantuan permodalan yang disiapkan pemerintah daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Sya’bani Rasul saat bersilaturahmi dan berdialog langsung dengan warga Kecamatan Satui, belum lama ini. Dalam suasana penuh keakraban, ia mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, terutama kegelisahan generasi muda atas semakin terbatasnya lapangan kerja di sektor formal.
“Kelompok usaha adalah pintu awal menuju perubahan. Dengan organisasi yang jelas, pemerintah dapat melakukan pendataan secara akurat, memetakan potensi, dan menyalurkan program pemberdayaan secara tepat sasaran,” tutur Sya’bani dengan penuh keyakinan.
Ia menegaskan, keberadaan kelompok usaha juga memudahkan pemerintah dalam memberikan pembinaan berkelanjutan. Tanpa struktur yang rapi, upaya pelatihan sering kali tidak maksimal karena tidak sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat setempat.
“Ketika kelompok usaha sudah terbentuk, kami bisa mengarahkan pelatihan sesuai bidang yang ingin dikembangkan. Bukan sekadar teori, tetapi keterampilan nyata yang bisa langsung dijalankan,” tambahnya.
Realitas sulitnya mencari pekerjaan turut dirasakan warga Satui. Syahrani (25) mengungkapkan bahwa peluang kerja, khususnya di sektor pertambangan yang selama ini menjadi tumpuan, kini semakin menyempit.
“Sekarang sudah tidak seperti dulu, lowongan kerja makin terbatas,” ujarnya.
Kondisi tersebut mendorong sebagian pemuda untuk beralih ke jalur wirausaha. Hamzah (24), misalnya, memilih membuka usaha rental PlayStation di rumahnya sebagai upaya bertahan dan mandiri secara ekonomi.
“Yang penting bisa menghasilkan, meski dimulai dari kecil,” katanya.
Melalui dorongan pembentukan kelompok usaha, Sya’bani Rasul berharap lahir lebih banyak pelaku usaha mandiri di Tanah Bumbu. Langkah ini diyakini mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka pengangguran, menumbuhkan semangat kewirausahaan, serta memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Ywn)











