SOROT NEWS KALIMANTAN
BATULICIN – Sosialisasi Pilkada 2024 dan Tanah Bumbu Bershalawat Sukses Menyedot Ribuan Jamaah
Minggu malam (20/10/2024), halaman Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat, dipadati oleh ribuan jamaah yang antusias menghadiri acara Sosialisasi Pilkada 2024 dan Tanah Bumbu Bershalawat. Acara ini menjadi sorotan karena dihadiri oleh dua sosok berpengaruh, yakni Al Habib Hasan Bin Faruq Al Kaff serta Syakir Daulay, aktor, penyanyi, sekaligus hafiz Al-Qur’an yang dikenal luas di kalangan masyarakat.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh KPU Tanah Bumbu ini, tak hanya bertujuan mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tetapi juga memberikan nuansa spiritual dengan lantunan shalawat yang khidmat, mengajak masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara ini dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, M. Yamani, yang mewakili Bupati Tanah Bumbu, Zairullah Azhar. Dalam sambutannya, Yamani menyampaikan apresiasi pemerintah daerah atas kolaborasi sosialisasi Pilkada yang dikemas bersama kegiatan keagamaan.
“Atas nama pemerintah, kami sangat mengapresiasi langkah KPU yang mengajak masyarakat, terutama tokoh agama, santri, dan majelis, untuk berpartisipasi dalam Pilkada. Hal ini penting demi memilih pemimpin yang berakhlakul karimah, bijaksana, serta mampu menjaga keberlanjutan pembangunan di Tanah Bumbu,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran tokoh agama dalam mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai syariat Islam.
“Dengan kegiatan shalawatan bersama ini, kita berharap dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW, sehingga semua niat baik kita dalam membangun Tanah Bumbu yang maju, mandiri, religius, dan demokratis dapat terwujud,” tutup Yamani.
Acara ini tak hanya diisi dengan sosialisasi, tetapi juga diwarnai dengan lantunan shalawat yang membuat suasana semakin sakral, mengukuhkan komitmen masyarakat Tanah Bumbu dalam menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan demokrasi.
(Yuwan Lgn)











