TANAH BUMBU – SOROT NEWS KALIMANTAN
Masalah polusi debu di Kecamatan Satui dan Angsana kembali menjadi sorotan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu menggelar rapat kerja gabungan komisi pada Selasa (11/2/2025) pukul 10.00 WITA, menghadirkan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi konkret atas keluhan masyarakat yang semakin memuncak.
Rapat ini dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, para camat, serta perwakilan dari sejumlah perusahaan besar seperti PT. Arutmin Indonesia Satui, PT. Triveni, PT. Wahana Baratama Winning, PT. Bagong, PT. BIB, PT. PAMA, PT. PPA, dan PT. CK. Selain itu, hadir pula perwakilan Perusahaan Daerah (Perusda) serta kepala desa dari berbagai wilayah yang terdampak, termasuk Sungai Cuka, Makmur Mulia, Sungai Danau, Berkat Mufakat, Sinar Bulan, Satui Barat, dan Sejahtera Mulia.
Polusi debu yang terus menyelimuti wilayah Satui dan Angsana bukan sekadar gangguan biasa. Warga mengeluhkan dampak buruk terhadap kesehatan, kenyamanan, dan kualitas hidup mereka. Banyak yang mengalami gangguan pernapasan akibat udara yang kotor, sementara lingkungan sekitar semakin tercemar oleh partikel debu yang bertebaran.
DPRD Tanah Bumbu menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Rapat ini menjadi tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya pada Desember 2024, dengan harapan adanya tindakan nyata yang lebih tegas dari pihak-pihak terkait.
Permasalahan debu ini diduga kuat berasal dari aktivitas industri, pertambangan, serta transportasi berat yang melintas di wilayah tersebut. Oleh karena itu, DPRD menekankan pentingnya tanggung jawab perusahaan dalam meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
“Kami tidak ingin sekadar mendengar janji-janji tanpa realisasi. Harus ada langkah konkret yang segera diterapkan untuk mengurangi pencemaran debu di wilayah ini,” tegas salah satu anggota DPRD dalam rapat tersebut.
Selain meminta komitmen perusahaan, pemerintah daerah juga didorong untuk lebih aktif dalam pengawasan dan penegakan aturan lingkungan, termasuk penerapan standar operasional yang lebih ketat bagi industri dan transportasi yang berkontribusi terhadap polusi debu.
Harapan Warga: Udara Bersih dan Hidup Sehat
Masyarakat Satui dan Angsana berharap rapat ini tidak hanya menghasilkan kesepakatan di atas kertas, tetapi benar-benar membawa perubahan nyata. Mereka menginginkan solusi jangka pendek maupun jangka panjang agar wilayah mereka tidak terus-menerus menjadi korban pencemaran lingkungan.
Dengan semakin kuatnya desakan dari DPRD dan warga, diharapkan pihak terkait segera mengambil tindakan nyata untuk mengembalikan kualitas udara yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Tanah Bumbu.
(ywn)











