Tanah Bumbu,Sorot News Kalimantan
– Malam itu, Mushola Miftahul Jannah bersinar bukan hanya karena lampu yang menerangi, tetapi karena hati ratusan jamaah yang larut dalam rasa cinta kepada Rasulullah SAW. Dalam suasana khidmat, gema Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H menggema, membawa pesan abadi: meneladani akhlak mulia Nabi sebagai jalan menuju persatuan dan kedamaian.
Pembacaan Maulid Habsyi, lantunan ayat suci Al-Qur’an, hingga ceramah penuh makna dari KH Munawar Ghazali—sang Guru Kubah dari Martapura—mengalir lembut, menyentuh sanubari. Beliau mengingatkan bahwa akhlak Nabi bukan hanya teladan di rumah, tetapi harus mewarnai setiap langkah di tengah masyarakat.
“Meneladani Nabi adalah membangun harmoni di antara kita,” demikian pesan beliau yang menancap kuat dalam hati jamaah.
Ketua Panitia, Agus, menuturkan bahwa acara ini lahir dari cinta jamaah dan dukungan para dermawan. Ustadz Salim Hadi, Ketua Takmir, dengan penuh syukur mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan doa semua pihak.
Puncak kebersamaan terasa saat doa bersama dipanjatkan. Tangan-tangan terangkat, hati bersatu, berharap keberkahan dari Allah SWT. Setelah itu, ramah tamah pun mempererat silaturahmi, menjadikan malam itu tak sekadar peringatan, melainkan perajut persaudaraan.
Maulid Nabi di Desa Hidayah Makmur tahun ini adalah pengingat indah bahwa cinta kepada Rasulullah SAW harus terus menyala, membimbing umat untuk menebar kebaikan, menjaga persaudaraan, dan menciptakan kehidupan yang damai.
(Ywn)











