Menu

Mode Gelap
 

Woman · 23 Aug 2026 04:06 WIB ·

Sungai Ayuh, Surga Tersembunyi dan Warisan Budaya Dayak Lawangan di Barito Selatan


 Sungai Ayuh, Surga Tersembunyi dan Warisan Budaya Dayak Lawangan di Barito Selatan Perbesar

BARITO SELATAN,Sorot News Kalimantan//

— Di tengah bentang alam Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, tersimpan sebuah destinasi yang menawarkan perpaduan antara keindahan alam dan kekayaan budaya masyarakat Dayak Lawangan. Kawasan tersebut berada di Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, yang dikenal dengan pesona Sungai Ayuh.

Sungai Ayuh bukan hanya menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat, tetapi juga menyimpan potensi wisata alam dan budaya yang belum banyak dikenal wisatawan nusantara.

Keindahan kawasan ini semakin lengkap dengan keberadaan tebing-tebing batu alami, formasi batuan unik di kawasan Tulungan Amis, serta terowongan air alami yang dapat dijelajahi menggunakan kelotok atau perahu bermesin kecil.

Namun, daya tarik Sungai Ayuh tidak berhenti pada panorama alam. Di tempat ini, masyarakat masih menjaga tradisi leluhur yang diwariskan secara turun-temurun, salah satunya Tuba Adat Dayak Lawangan.

Tuba Adat, Tradisi Leluhur yang Masih Terjaga

Tradisi Tuba Adat kembali dilaksanakan masyarakat Malungai Raya dan Muara Malungai pada Jumat lalu. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga para tetua adat.

Pelaksanaan tradisi dipimpin oleh tetua adat, salah satunya Bapak Sabtu, bersama jajaran pemerintahan desa. Sebelum kegiatan dimulai, masyarakat terlebih dahulu melaksanakan doa dan ritual adat sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Pencipta sekaligus permohonan izin terhadap alam.

Setelah prosesi adat, akar tuba ditumbuk dan digunakan secara tradisional di sungai. Masyarakat kemudian menangkap ikan menggunakan peralatan tradisional. Tradisi tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas mencari ikan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan sekaligus menjaga warisan budaya leluhur.

Bagi masyarakat Dayak Lawangan, sungai memiliki hubungan erat dengan kehidupan dan budaya mereka. Karena itu, tradisi Tuba Adat juga menjadi gambaran bagaimana manusia, budaya dan alam dapat hidup berdampingan.

Potensi Wisata Budaya dan Alam

Keunikan Sungai Ayuh menjadikannya memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.

Selain menikmati panorama sungai dan formasi alam di Tulungan Amis, wisatawan berpotensi mendapatkan pengalaman langsung mengenai kehidupan dan tradisi masyarakat Dayak Lawangan.

Kawasan tersebut dapat dikembangkan dengan konsep ekowisata dan wisata budaya yang tetap mengutamakan kelestarian lingkungan serta menghormati aturan adat masyarakat setempat.

Adapun akses menuju kawasan Sungai Ayuh dapat ditempuh melalui Desa Malungai Raya maupun Muara Malungai, kemudian perjalanan dilanjutkan menggunakan kelotok menyusuri aliran sungai.

Perlu Perhatian Pemerintah

Melihat besarnya potensi yang dimiliki, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Barito Selatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kawasan Sungai Ayuh dan sekitarnya.

Pengembangan tidak harus menghilangkan keaslian kawasan. Justru, pembangunan fasilitas pendukung perlu dilakukan secara terukur dengan tetap menjaga lingkungan dan nilai-nilai adat yang telah diwariskan selama generations.

Fasilitas seperti akses transportasi, tempat istirahat, informasi wisata, sanitasi, pengelolaan sampah, serta aspek keselamatan wisatawan dinilai penting apabila kawasan tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata.

Pengembangan wisata berbasis masyarakat juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar tanpa mengorbankan kelestarian alam dan budaya.

Sungai Ayuh, Tulungan Amis dan tradisi Tuba Adat Dayak Lawangan merupakan potensi lokal yang layak diperkenalkan lebih luas.

Jika dikelola secara bijaksana dan melibatkan masyarakat adat sebagai bagian utama, kawasan ini bukan hanya dapat menjadi kebanggaan Barito Selatan, tetapi juga salah satu destinasi wisata budaya dan alam yang menarik di Kalimantan Tengah.

Kini, dibutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah, pelaku pariwisata dan masyarakat adat agar kekayaan alam serta warisan leluhur tersebut tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

(Usupriyadi/Tim)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Aktifitas Zahratul Muna Dalam Dunia Organisasi dan Pengabdian Masyarakat

2 March 2026 - 13:58 WIB

Sertijab Kapolsek Pulau Laut Timur dan Tengah: Kapolres Kotabaru Tekankan Netralitas di Pilkada

19 August 2024 - 22:43 WIB

Pesta Rakyat Merdeka IPJI Banua Anyar: Semarakkan Kebersamaan Lewat Perlombaan Tradisional

18 August 2024 - 23:02 WIB

*Peringatan Hari Lahir Pancasila di Tanah Bumbu: Merajut Kebhinnekaan Menuju Indonesia Emas 2045**

1 June 2024 - 11:55 WIB

*Tasyakuran Tasmiah dan Akikah Ahmad Elmulia Ashaka Meriahkan Warga Desa Baroqah**

12 May 2024 - 03:01 WIB

Wakil Bupati Tanah Bumbu Turut Meriahkan Acara Gemerlap Pesta Pernikahan Mewah di Banjarmasin

22 April 2024 - 05:15 WIB

Trending di Woman