BATULICIN,Sorot News Kalimantan.com/
12 April 2026 — Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali ditunjukkan melalui aksi penanaman ribuan bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, bersama Wakil Ketua I DPRD Tanah Bumbu, H. Hasanuddin. Kehadiran keduanya di tengah masyarakat menjadi simbol kuat sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam membangun kesadaran kolektif menjaga lingkungan.

Oplus_131072
Aksi penanaman yang dilakukan di lahan sekitar dua hektare ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi langkah nyata yang membawa manfaat besar bagi masyarakat pesisir. Mangrove dikenal mampu melindungi garis pantai dari ancaman abrasi, meredam gelombang laut, serta menjaga kestabilan ekosistem.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan daerah. Ia menilai, upaya ini penting untuk memastikan wilayah pesisir tetap aman sekaligus produktif bagi generasi mendatang.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD H. Hasanuddin menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga hasil penanaman. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari komitmen bersama dalam merawat dan melestarikannya.
Selain manfaat ekologis, keberadaan mangrove juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kawasan mangrove dapat menjadi habitat alami berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang menunjang mata pencaharian nelayan. Bahkan, potensi pengembangan ekowisata dan produk olahan berbasis mangrove turut membuka peluang peningkatan kesejahteraan warga.
Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang turut berpartisipasi aktif. Kehadiran langsung pimpinan daerah dinilai memberi motivasi sekaligus contoh nyata pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama.
Momentum peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh elemen daerah dalam menjaga kelestarian pesisir demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
(Ywn)











