Menu

Mode Gelap
 

DPRD · 7 Feb 2025 01:31 WIB ·

Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu Ungkap Kendala Pelaksanaan Program Dinas PUPR


 Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu Ungkap Kendala Pelaksanaan Program Dinas PUPR Perbesar

SOROT NEWS KALIMANTAN

TANAH BUMBU – Setelah menggelar rapat kerja dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada Kamis, 6 Februari 2025, Ketua Komisi III DPRD Tanah Bumbu, Andi Asdar Wijaya, mengungkapkan sejumlah kendala yang menghambat pelaksanaan program-program pembangunan di daerah tersebut.

Salah satu tantangan utama yang disoroti adalah pemangkasan anggaran, khususnya terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) yang hingga kini masih tertunda pencairannya. Menurut Andi Asdar, keterlambatan ini berkaitan dengan belum terealisasinya beberapa perjalanan dinas yang menjadi syarat administrasi pencairan dana dari pemerintah pusat.

Hambatan Teknis dan Regulasi

Selain kendala anggaran, penerapan sistem e-katalog versi 6 juga menjadi tantangan tersendiri bagi Dinas PUPR. Andi Asdar mengungkapkan bahwa banyak pegawai di instansi tersebut masih belum sepenuhnya memahami cara kerja sistem baru ini.

“Dinas PUPR telah mengirimkan enam orang untuk mengikuti pelatihan e-katalog versi 6, namun hingga kini implementasinya belum berjalan maksimal. Ini menjadi salah satu faktor yang menghambat kelancaran proyek,” ujarnya.

Tak hanya itu, Andi juga menyoroti lemahnya perencanaan dalam pengerjaan proyek infrastruktur, terutama di bidang konsultan perencanaan yang dinilai masih kurang optimal. Beberapa tender proyek besar masih mengalami keterlambatan, menyebabkan eksekusi pekerjaan tidak dapat berjalan sesuai target.

Rapat Lanjutan untuk Penyelesaian Masalah

Untuk mengatasi permasalahan ini, Komisi III DPRD Tanah Bumbu berencana menggelar rapat lanjutan pada 12 Februari 2025. Agenda utama dalam pertemuan mendatang adalah mencari solusi terkait anggaran yang tertunda dan mempercepat realisasi proyek yang masih terhambat.

Di sisi lain, Andi Asdar juga memastikan bahwa beberapa proyek yang belum terselesaikan, khususnya di sektor pariwisata, perumahan, dan pendidikan, akan mendapatkan alokasi anggaran dalam perubahan anggaran mendatang.

“Proyek-proyek yang mengalami keterlambatan pembayaran, baik di Dinas PUPR, Perkim, maupun Pendidikan, akan dimasukkan dalam perubahan anggaran agar dapat segera diselesaikan,” jelasnya.

Dengan adanya langkah-langkah konkret ini, diharapkan permasalahan yang menghambat pembangunan di Tanah Bumbu dapat segera diatasi, sehingga proyek infrastruktur yang menjadi prioritas dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

(ywn)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

HUT ke-23 Tanah Bumbu: Ekonomi Tumbuh 5,52 Persen, Pemkab Genjot SDM dan Daya Saing

9 April 2026 - 11:41 WIB

Hujan Bonus di Batulicin! Atlet Tanah Bumbu Diguyur Ratusan Juta Usai Ukir Prestasi Gemilang

8 April 2026 - 14:39 WIB

Tanah Bumbu Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK

3 April 2026 - 01:19 WIB

Kontrak Pembangunan Jembatan Pulau Laut Resmi Diteken, Tanah Bumbu – Kotabaru Siap Terkoneksi

3 April 2026 - 01:14 WIB

Sentuhan Bupati Andi Rudi Latif Hidupkan Semangat Sehat dan Bersih ASN Tanah Bumbu

31 March 2026 - 00:25 WIB

Semarak Pesta Adat dan Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu 2026, Tradisi dan Ekonomi Rakyat Bersatu dalam Perayaan Sebulan Penuh

30 March 2026 - 12:57 WIB

Trending di Tanah Bumbu