TANAH BUMBU, Sorot News Kalimantan – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, H. Hasanuddin, mengapresiasi langkah cepat PT Borneo Indobara (PT BIB) dalam memperkuat upaya pengendalian debu di wilayah operasional Kecamatan Angsana. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk respons positif perusahaan terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan dampak debu, terutama pada musim kemarau.
Hasanuddin mengatakan, kondisi cuaca saat ini menjadi tantangan tersendiri. Musim kemarau yang disertai hembusan angin tenggara menyebabkan partikel debu lebih mudah terbawa hingga ke kawasan permukiman.
Secara geografis, pada periode tersebut arah angin di Kecamatan Angsana umumnya bergerak dari laut menuju daratan. Kondisi ini meningkatkan potensi penyebaran debu sehingga diperlukan langkah pengendalian yang lebih optimal dan berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi langkah cepat PT BIB dalam merespons persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Namun yang lebih penting adalah memastikan upaya pengendalian debu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Hasanuddin, Minggu (2/8/2026).
Politisi PKB itu menegaskan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh aktivitas usaha tetap mengedepankan aspek perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, serta instansi teknis juga perlu terus diperkuat. Dengan komunikasi yang baik, setiap persoalan dapat ditangani lebih cepat melalui langkah-langkah yang tepat dan terukur.
Sebelumnya, Komisi III DPRD Kabupaten Tanah Bumbu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan operasional PT BIB di Kecamatan Angsana sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terkait dugaan sebaran debu batu bara. Dalam sidak tersebut, DPRD meminta perusahaan meningkatkan upaya pengendalian debu secara konsisten, khususnya selama musim kemarau.
Menindaklanjuti hasil sidak itu, PT BIB memperkuat berbagai langkah pengendalian debu. Upaya yang dilakukan antara lain menambah pompa spraying, mengoptimalkan 80 titik dust suppression, mengerahkan armada water truck untuk penyiraman jalan operasional maupun kawasan permukiman, menyalurkan masker dan perlengkapan kebersihan kepada warga, menyediakan cadangan air, serta melaksanakan program penghijauan sebagai bagian dari pengendalian debu jangka panjang.
Hasanuddin berharap seluruh upaya tersebut tidak hanya menjadi respons sesaat, tetapi terus dievaluasi dan dijalankan secara berkesinambungan. Dengan demikian, aktivitas industri dapat tetap berjalan seiring dengan terjaganya kualitas lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
(yw)











