BATULICIN, Sorot News Kalimantan
Maraknya kasus tawuran pelajar dan perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial menjadi perhatian serius berbagai kalangan, termasuk Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Abdul Rahim. Ia menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam membentengi generasi muda dari berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan mereka.
Menurut Abdul Rahim, meningkatnya kasus tawuran dan bullying bukan sekadar bentuk kenakalan remaja, melainkan cerminan dari lemahnya pengawasan serta kurangnya penanaman nilai moral dan etika di lingkungan sekitar anak.(4/5/2026)
Karena itu, ia terus mengingatkan bahwa orang tua dan guru memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda sejak dini.
“Generasi muda adalah aset bangsa yang harus kita jaga bersama. Tawuran, perundungan, hingga penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman nyata yang dapat menghancurkan masa depan mereka,” ujar Abdul Rahim dalam berbagai kesempatan, baik di forum resmi maupun saat berdialog langsung dengan masyarakat.
Ia menilai, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penegakan aturan semata. Dibutuhkan pendekatan yang lebih menyentuh, seperti pendidikan karakter, pembinaan mental, serta komunikasi yang intens antara anak, orang tua, dan pendidik.
Menurutnya, lingkungan keluarga yang harmonis dan pengawasan yang bijaksana menjadi benteng utama agar anak tidak mudah terjerumus ke dalam pergaulan bebas maupun tindakan kekerasan.
Selain itu, Abdul Rahim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Pencegahan, katanya, harus dilakukan secara kolektif mulai dari rumah, sekolah, hingga lingkungan sosial.
Sebagai Ketua BK DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim dikenal aktif menyuarakan berbagai isu sosial yang berkaitan dengan pembinaan moral, etika, dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda. Komitmennya tersebut menjadi bentuk nyata perhatian terhadap pembangunan karakter masyarakat di daerah.
“Kalau bukan kita yang menjaga anak-anak kita, siapa lagi. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Melalui perhatian dan keterlibatan seluruh pihak, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk melindungi generasi penerus bangsa dari berbagai pengaruh negatif yang dapat menghambat masa depan mereka.
(Ywn)











