BATULICIN, Sorot News Kalimantan
Komitmen DPRD Kabupaten Tanah Bumbu dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui perhatian serius terhadap kondisi warga Pulau Sawangi. Ketua Badan Kehormatan DPRD Tanah Bumbu, Abdul Rahim, menegaskan pentingnya evaluasi status Pulau Sawangi yang saat ini masih berada dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA), agar masyarakat dapat memperoleh akses pembangunan dan kehidupan yang lebih layak.
Langkah tersebut menjadi bentuk kepedulian DPRD terhadap aspirasi masyarakat yang selama bertahun-tahun menghadapi berbagai keterbatasan akibat status kawasan konservasi. DPRD menilai, pembangunan dan pelestarian lingkungan seharusnya dapat berjalan beriringan demi menciptakan keseimbangan antara kesejahteraan warga dan keberlanjutan alam.
Saat ditemui di Batulicin, Senin (4/5/2026), Abdul Rahim menyampaikan bahwa masyarakat Pulau Sawangi telah lama berharap memiliki ruang kelola yang lebih luas agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan taraf hidup mereka.
“DPRD hadir untuk mendengarkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Warga Pulau Sawangi juga berhak mendapatkan akses pembangunan dan kehidupan yang layak,” ujarnya.
Pulau Sawangi sendiri dihuni mayoritas masyarakat suku Bugis yang telah menetap secara turun-temurun hingga generasi kelima. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas kawasan tersebut.
Namun, sejak ditetapkan sebagai kawasan konservasi, masyarakat menghadapi berbagai kendala dalam pembangunan infrastruktur dasar. Program seperti penyediaan listrik, fasilitas umum, hingga pengembangan ekonomi masyarakat kerap terkendala proses perizinan yang panjang dan ketat.
Melihat kondisi tersebut, DPRD Tanah Bumbu terus mendorong hadirnya solusi yang berpihak kepada masyarakat tanpa mengesampingkan aturan dan aspek pelestarian lingkungan.
“Bukan berarti menolak konservasi, tetapi bagaimana pemerintah bisa menghadirkan kebijakan yang adil agar masyarakat tidak terus tertinggal,” tegas Abdul Rahim.
DPRD juga menilai masyarakat Pulau Sawangi memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian hutan. Bagi warga, hutan bukan hanya bagian dari lingkungan hidup, tetapi juga sumber utama air bersih yang menopang kehidupan sehari-hari.
Karena itu, DPRD Tanah Bumbu berharap pemerintah pusat melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap status kawasan tersebut. Dialog terbuka antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan dinilai menjadi langkah penting untuk melahirkan kebijakan yang bijak dan berkeadilan.
Sebagai bentuk solusi, DPRD mendorong adanya hak kelola terbatas bagi masyarakat dengan tetap disertai pengawasan dari aparat terkait, sehingga pembangunan dapat berjalan tanpa merusak kelestarian alam.
Perjuangan yang dilakukan DPRD Tanah Bumbu ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga legislatif tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk memperjuangkan kebutuhan dan masa depan warga. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, DPRD berharap Pulau Sawangi dapat berkembang menjadi kawasan yang tetap lestari sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya.
(Ywn)











